
Hari ini hari senin tanggal 27 Juni 2010 tepat pukul 02.00 pagi !!
Aku teringat dengan cerita dari Herlan menyangkut Chintya, suatu tragedy yang sangat tragis yang pada saat itu menggemparkan waga Cintawangi. Aku pun sangat terkejut dengan cerita tersebut, peristiwa yang sangat tidak diharapkan semua orang!!
Sepulangnya aku dengan Herlan dari rumah Asuj, herlan mengajaku untuk mengisi perut karena perut kami sudah keroncongan. Kami bersinggah disuatu rumah makan TO (Tutug Oncom), disaat kami menunggu hidangan makan aku sempat curhat masalah kisah hidupku terutama yang menyangkut dengan Chintya kepada Herlan (tak ada tempat curhat bagi ku selain kepada-Nya, computer dan Herlan), saat sangat kebetulan ketika hati ku mulai mengis, dan bersedih meratapi nasib (suatu hal yang sangat ku benci), ketika itu aku memulai mencurahkan hatiku dari masalah keluarga. Tidak banyak yang ku ceritakan, hanya saja ku ceritakan masalah perhatian orang tua ku yang sangat kurang kepadaku (sebenarnya bukan hanya padaku, tapi pada semua kakak kandungku), perhatian terhadap masa depan ku, situasi dan kondisi ku (financial, kebutuhan dan keinginan) hanya sedikit yang bisa terpenuhi, akan tetapi itu bukan suatu halangan yang besar bagi ku untuk berkembang dan meraih masa depanku, hanya saja kadang ku merasa kesal dengan keadaan seperti itu (waktu itu memang puncak kekesalan ku). “Masa anak minta kebutuhan buat beli flashdisk sampai harus nunggu slama 5 bulan, ga lucu kan !! sampai akhirnya aku tidak berhasrat lagi untuk memiliki flasdisk sendiri. Hhuh . . . (sebenernya masih banyak, tp di lain waktu aku ceritakan kembali, duh jd kebawa suasana lg. Kontinyu lg deh).
Setelah curhat masalah keluarga, berlanjut ke masalah Chintya, cinta yang sangat membuatku kecewa dan mengalami penyesalan dalam hidup ku. Aku teingat kata-kata teman ku Idew (dewi), dia mengatakan “kunaon atuh Zul?? Maenya ti basa eta ngagugulung hiji awewe nu matak nyeri hatekeun wae, geus pguh kan kmh k c’ AF na !! ente teh ngora kneh, piraku arek terus ktu !!”. dulu aku tak terlalu menghiraukan kata-kata itu, tapi seltelah sahabatku mengatakan yang ke 2 kalinya, aku baru berpikir, mingkin memang benar aku ini lelaki yang bodoh, perjalanan hidupku masih panjang, umurku masih muda, jodohku pun sudah di atur oleh-Nya. Aku pun menceritakan yang demikian kepada Herlan. Sungguh aku sangat menyayangi Chintya sampai kapan pun, dia tetap pemegang hati ini. Di lain sisi aku harus berpikir dewasa, aku harus berpikir ke depan, aku harus maju, dan yang lebih penting Chintya lebih pantas bersama orang yang ia cintai, dan yang jelas itu bukan Muhammad Willy Zulkarnaen…. T~T
Setelah menceritakan masalahku, aku baru bisa lega, hati ku pun sedikit lebih tentram karena semua yang terpendam dalam dada ini telah tercurahkan, akan tetapi yang lebih membuatku tercengang adalah cerita Herlan dulu waktu tahun 2001, dia menceritakan bahwasanya Chintya pernah menjadi orang yang pendiam selama 2 bulan lebih. Aku Tanya kenapa ?? Herlan pun menceritakan satu persatu, waktu ia masih duduk di bangku kelas 2 SD, keluarga Chintya mengalami musibah yang luar biasa. Waktu itu salah satu mobil elf yang dipakai angkutan umum, Tasik-Cintawangi mengalami kecelakaan dan menimbulkan 7 orang korban meninggal. (akan ku ceritakan detilnya dari sumber informasi Herlan). Dulu sehari sebelum peristiwa itu terjadi, sopir mobil elf itu meminta izin kepada ayah Chintya untuk tidak beroprasi esok harinya karena suatu alasan, dan ayahnya pun memberikan izin, akan tetapi kondektur (kndek) mobil itu ingin beroprasi tanpa sepengetahuan ayah Chintya, kunci mobil pun ia ambil. Keesokan harinya ia mengambil mobil dan mencucinya, setelah beres mencuci ia pun langsung berangkat. Dalam perjalanan kndek yang menjadi sopir itu membawa mobil dengan oleng (ngebut yan tidak sesuai dengan etika lalu lintas), dalam perjalanan menuju Tasikmalaya kendaran itu berhasil sampai dengan selamat, setibanya di terminal padayungan sopir oleng itu pun banyak dibentak oleh sopir-sopir yang lain, salahnya… bentakan sopir yang lain tidak terlalu dianggap oleh sopir oleng itu !! akibatnya, dalam perjalanan pulang ke daerah Cintawangi saat dimana sopir itu ingin menyelip mobil yang di depanya, peristiwa mengenaskan pun tidak dapat dielakan, kesalahan terdapat di sopir efl yang ingin menyelip mobil saat di depan terdapat belokan, di depanya terlihat bus yang sedang melaju, elf pun membanting stir, dan keluar dari jalur, seketika juga sopir yang mengendarai mobil itu meninggal, dan meninggalkan begitu banyak pernderitaan/kesusahan kepada orang lain, begitu banyak korban luka berat, dan 7 korban meninggal (korban termasuk ayahnya sofyan/coyan, menurut herlan ayah Coyan di bawa ke rumah sakit, dan setelah 3 hari dirawat, ayahnya pun meninggal dunia)
Kejadian tragis yang dialami warga cintawangi, kejadian yang tak pernah ku ketahui selama berhubungan dengan Chintya, mungkin kejadian itu merupakan kejadian yang ingin Chintya dan keluarganya lupakan, aku pun memakluminya. Tapi aku ingin sekali mengetahui perasaan Chintya yang tiba-tiba menjadi anak yang pendiam, ingin sekali ku hadir di sisinya, yah walaupun waktu itu aku masi disebut anak kecil… n_n
Tidak ada komentar:
Posting Komentar